Laman

Kamis, 08 Maret 2012

“Hai Rara, kamu terlihat beda deh sekarang-sekarang ini?” Sapa Vivi ketika sedang duduk-duduk di taman kampus.

“Iya bener kamu Vi” Sela Nana.

“Beda kenapa deh? Mungkin cuma perasaan kalian aja.” Jawab Rara singkat.

“Kamu sekarang lebih ceria, lebih fresh, lebih hidup. Aku seneng liat kamu sekarang ini.” Tambah Nana

“Hah? Lebih hidup? Kalo aku nggak hidup, aku nggak bareng-bareng kalian dong sekarang. Hahahaaa…” Kata Rara sambil tertawa

“Maksud Nana tuh kamu lebih hidup semangatnya. Nggak kaya dulu-dulu tuh semenjak kamu putus dari ‘comur’ itu tuh. Ya dulu sih kamu tetep ceria, kuat, semangat. Itu semua cuma terlihat dari luarnya aja, tapi sebenernya di dalemnya tuh rapuh. Kamu juga menutup hatimu rapat-rapat untuk cowok. Kami tau Ra, secara kami kan sahabatmu. Sekarang semuanya berubah. Kami ikut seneng melihat kamu seneng Ra.” Jelas Vivi panjang lebar.

“Setuju deh sama Vivi.  Pasti kamu begini karna si mamas ya. Hebat juga ya si mamas bias nyuri hati kamu yang udah digembok, dirantai, dilas, dikunci rapat-rapat, dan yang udah beku buat cowok” Kata Nana.

“Ya ampun aku jadi terharu, kalian perhatian banget sama aku. Makasih kalian tetep jadi sahabatku yang baik, walaupun aku sedih, seneng, susah (sambil memeluk Vivi dan Nana). Ini semua karna si mas yang udah mencuri hatiku. Sekarang hatiku udah diambil dan ditaro di hatinya dia, digembok dikunci, dilas, diapain aja deh biar hati kami nggak dicuri orang lain. Demikian juga dengan hatinya dia di hatiku.“ Jelas Rara dengan lengkap.

Acara bercurhat-curhatan pun usai. Vivi dan Nana asik membicarakan gossip, sedangkan Rara sibuk menulis di buku catatannya. Rara menulis demikian:
Hanya dirimu yang aku mau slalu hadir di sampingku
Hanya kamu yang slalu membuatku merindu
Hanya kamu yang berhasil mencuri hatiku
Setelah sekian lama aku menanti kehadiranmu

Kamu adalah pencuri hatiku
Hanya kamu yang slalu ada dipikiranku 
Tiada lain yang kurindu
Jangan pernah tinggalkan aku, mas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar