Laman

Rabu, 14 Maret 2012

aku dan perasaanku

Aku dapat berdiri kokoh sampai saat ini adalah karna cinta. Cinta dari Tuhan, Keluarga, Teman-teman, Kekasih Hatiku dan dari semua orang yang mengasihi aku. Aku ada sampai saat ini semuanya karna Tuhan. Tuhan yang memberikan kehidupan untukku, memberikan kebahagiaan, memberikan perasaan untuk dapat merasakan anugerah Tuhan dan memberikan apa yang terbaik untukku sesuai dengan kehendakNya. Aku bahagia dengan apa adanya aku dengan segala kelemahan serta kelebihanku, dan juga dengan kehidupanku saat ini.

Perasaan adalah ekspresi hati dari diri manusia terhadap apa yang sedang dirasakannya. Raut muka dan mulut memang dapat menyembunyikan perasaan kita, tetapi tidak dengan mata kita. Mata tidak pernah berbohong, ia dapat memancarkan setiap apa yang sedang kita rasakan. Teramat sakit rasanya jika kita sedang sedih, kesel, marah, tapi kita menyembunyikannya. Kita terlihat senang, ceria, tegar dan berkata i'm okay, tapi sebenernya hati kita menangis.

Ya Tuhan, aku ingin percaya dengan ucapannya, dengan penjelasannya, tapi seakan-akan hati ini mendorong-dorong aku untuk tidak mempercayainya. Entah aku harus percaya dengan lelakiku atau perempuan itu yang nggak pernah aku kenal, yang aku mengetahuinya hanya dengan mebaca curahan hatinya di jejaring sosial. Aku marah, aku kesel, aku sedih, aku gundah, aku bingung. Rasanya aku nggak sanggup membendung lautan air di mataku ini, tapi aku harus membendungnya dengan kokoh agar ia tidah tumpah membanjiri wajahku. Aku harus kuat, harus tetap terlihat ceria di depan semua orang, terutama di depan kelurgaku dan adik sepupuku yang masih kecil agar ia juga tetap ceria walaupun saat ini ibunya tidak bisa merawatnya karna sakit. Aku pasti BISA. Kuatkan aku ya Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar