Laman

Minggu, 13 November 2011

Kecewa

Telah lama aku bertahan sampai sejauh ini demi cinta wujudkan sebuah harapan. Namun sekarang aku mengerti dan tersadar kalau cinta yang selama ini kutunggu hanyalah semu. Apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta aku. Cukup sudah kata-kata sayang yang terucap dari bibirmu, semuanya terasa mati karna kebohongan yang tadi aku lihat dengan mata kepalaku sendiri.

Demi apapun aku kecewa, aku sedih, aku marah. Tapi apa kamu peduli dengan keadaanku? Apa kamu peduli aku nangis seharian, aku nggak bisa tidur, aku nggak makan, aku sakit. Aku rasa kamu nggak peduli juga kan. Nggak ada tuh usahanya sama sekali buat minta maaf ke aku, dateng ke rumahku jelasin semuanya. Kamu juga nggak peduli kan aku seharian ini kemana. Mana bisa aku nangis di rumah. Tapi kamu lebih milih dia, lebih milih orang yang nyakitin kamu daripada aku yang sayang sama kamu. Kamu lebih seneng nemenin dia daripada aku. Ya aku terima semuanya.

Apakah aku emang nggak pantes buat bahagia, selalu aja aku dikecewain kaya gini. Buat apa aku cerita ke kamu tentang kecewa nya aku sama seseorang kalau ternyata kamu lebih menyakitkan hatiku daripada dia. Kalian nggak ada bedanya. Sama-sama nggak punya hati. Tega banget ya, dengan gampangnya membuat seorang perempuan sakit hati. Ibu kalian juga perempuan. Apa kalian nggak bisa memperlakukan seorang perempuan seperti memperlakukan ibu kalian? 

Aku rasa kamu juga nggak tau kalau ternyata kelakuan kamu merugikan orang lain juga. Emang semuanya aku yang salah, aku yang bodoh. Kenapa juga sms 'adik2' aku buat nemenin aku yang lagi sedih. Dan akhirnya pacarnya cemburu sama aku. Dan akhirnya mereka bertengkar karna aku. Semuanya karna aku. Aku benci diriku sendiri. Maafkan aku, semuanya salahku. Aku ingin banget rasanya hilang dari permukaan bumi ini. Aku gagal, aku nggak bisa membuat orang di sekelilingku bahagia. Mungkin lebih baik aku nggak ada di antara mereka semua.Maafkan aku ya Tuhan.

Terima kasih Yesusku hari ini Engkau telah tunjukkan sebuah kebenaran kepadaku. Ternyata selama ini dia seperti itu di belakangku. Aku hanya jadi tempat pelariannya di saat cewek2 lainnya sibuk dengan urusan mereka. Terima kasih buat sakit yang kamu berikan padaku.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar